Memahami Makna Salaf

MEMAHAMI MAKNA SALAF

Selama ini, kita mengetahui bahwa salaf adalah kurun yang terbaik dalam Islam. Dan beberapa ulama telah mendefinisikan salaf dengan definisi yang berbeda-beda.

Ada dari mereka yang mendefinisikan melalui kacamata zaman, yaitu 500 hijriyyah atau 700 hijriyyah. Sebelum tahun itu disebut salaf dan setelah tahun itu disebut khalaf. Definisi ini dianggap lemah karena selain tidak memiliki sandaran dalil yang kuat, juga pada tahun-tahun itu telah muncul banyak aliran dan golongan sesat. Padahal telah disepakati tentang kemulian dan kebaikan salaf.

Ada yang mendefinisikan melalui sudut manhajiyyah [methodologi]. Kata mereka, salaf adalah mereka yang ucapan dan amaliyyahnya selaras dengan al Qur’an dan as Sunnah, tanpa keluar dari keduanya dan juga tanpa ta’wil, walaupun dia dari golongan mutaakhirin. Pendapat ini lemah karena mencampur adukkan antara salaf dan khalaf, selain membuka ruang orang bermudah-mudahan mengaku salaf.

Ada yang mendifinisikan melalui macam-macamnya (nau’), yaitu bahwa salaf adalah generasi sahabat dan tabi’in. Bahkan, sebagian ulama membatasi salaf hanya pada golongan sahabat saja. Pendapat ini terlalu mempersempit makna salaf dan juga tidak ditemukan dalil shorihnya.

Sebagian yang lain mendefinisikan salaf adalah generasi sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in [tiga generasi]. Definisi ini adalah yang terbaik sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam:

ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟْﻘُﺮُﻭﻥِ ﻗَﺮْﻧِﻲ ﺛُﻢَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻠُﻮﻧَﻬُﻢْ ﺛُﻢَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻠُﻮﻧَﻬُﻢْ ‏

“Kurun terbaik adalah kurunku, kemudian kurun setelahnya, kemudian kurun setelahnya” (HR. Tirmidzi)

Dan telah terjadi ijma, bahwa imam madzhab empat adalah ulama salaf. Sementara wafat Imam Ahmad bin Hanbal adalah yang paling akhir, yaitu pada tahun 241 H. [Mendekati pertengahan kurun ke tiga].

Dari pendapat terakhir ini, definisi salaf secara naui’y adalah mencakup tiga generasi, yaitu sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in. Sementara secara zamani, salaf habis saat wafatnya Imam Ahmad atau pertengahan kurun ketiga hijriyyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *