Etika dalam Berbisnis (Bagian 2 – Selesai)

usaha

Ditulis oleh : Ustadz Abdurrahman Thoyyib

Diantara etika dalam berbisnis adalah:

5. Mencari yang halal
Seorang pebisnis muslim selalu mencari yang halal dan menjauhkan diri dari yang haram dan yang samar-samar dalam bisnisnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan diantara keduanya ada perkara-perkara yang samar-samar yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa berhati-hati dari yang samar-samar maka dia telah menjaga agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang jatuh kepada yang samar-samar maka dia jatuh ke dalam yang haram seperti seorang pengembala yang mengembala di sekitar tanah larangan yang dikhawatirkan masuk ke dalamnya. Ketahuilah sesungguhnya setiap raja memiliki tanah larangan dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya”[HR Muslim]

Seorang pebisnis muslim selalu menjaga kehalalan makanan dan bisnisnya. Apabila dalam bisnisnya ada unsur riba, tipuan, rekayasa atau jual beli yang diharamkan oleh syariat maka dia menjauh darinya. Dia takut dengan ancaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

كل لحم نبت من سحت فالنار أولى به

“Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak baginya.”[HR Muslim]

Dan dia takut doanya tidak akan terkabul jika makanan dan minumannya dari yang haram seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hal ini tidak akan bisa dilakukan oleh seorang pebisnis hingga dia mempelajari bagaimana bisnis yang halal dan bisnis yang haram.

6. Menjaga ukhuwah Islamiyah
Sebagai seorang pebisnis yang merupakan bagian dari masyarakat muslim, dia tidak hanya memikirkan untung dan laba saja. Namun dia juga menjaga ukhuwah Islamiyah khususnya dengan sesama pebisnis muslim. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تحاسدوا ولا تناجشوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولا يبع بعضكم على بيع بعض وكونوا عباد الله إخوانا. المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يخذله ولا يحقره. التقوى ههنا –ويشير إلى صدره ثلاث مرات- بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم. كل المسلم على المسلم حرام : دمه وماله وعرضه

“Janganlah kalian saling hasad, jual beli dengan cara najsy, jangan saling menimbulkan kemarahan, jangan saling membelakangi, jangan sebagian kalian menjual di atas penjualan saudaranya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Dia tidak mendzaliminya, tidak mencampakkanya, dan tidak merendahkannya. Takwa itu disini –seraya Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan ke dada beliau sebanyak tiga kali-. Cukuplah seorang muslim itu berperangai jelek jika dia merendahkan saudaranya. Seorang muslim itu diharamkan atas muslim yang lain: darahnya, hartanya dan kehormatannya.”[HR Muslim]

Sungguh indah hidup bermasyarakat jika kaum muslimin mewujudkan hadits ini dalam kehidupan mereka sehari-hari khususnya dalam berbisnis.

7. Suka mempermudah
Seorang pebisnis muslim sangat jauh dari slogan “kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah?”, Na’udzubillahi min dzalik. Seorang pebisnis muslim suka membantu, mempermudah dan menolong sesama. Dia selalu ingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة, ومن يسر على معسر يسر الله عليه في الدنيا والآخرة

“Barangsiapa yang mengentaskan kesusahan seorang mukmin di dunia maka Allah akan mengentaskan kesusahannya di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan saudaranya maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia maupun di akhirat.” [HR Muslim]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salla juga bersabda:

رحم الله رجلا سمحا إذا باع وإذا اشترى وإذا اقتضى

“Semoga Allah merahmati seseorang yang memudahkan dalam jual beli dan utang piutang.”[HR Bukhori]

Ibnu Hajar Al-Asqolani –rahimahullahu- berkata:
“Di dalam hadits ini ada seruan untuk mempermudah dalam muamalah serta menggunakan akhlak yang mulia dan meningggalkan kebakhilan serta ada seruan untuk menjauhkan diri dari mempersulit urusan manusia dalam mengambil hak dan untuk memaafkan manusia.” [ Fathul Bari 4/388]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Dahulu ada seorang pebisnis yang menghutangi manusia. Apabila dia mendapati orang yang kesusahan dia berkata kepada pegawainya : Jangan ditagih, semoga Allah mengampuni kita semua. Maka Allah pun mengampuninya.”[HR Bukhori]

8. Mengiringi bisnis dengan sedekah
Banyak orang mengira bahwa kunci rezeki hanya dengan usaha keras, banting tulang pagi hingga malam hari. Mereka mengira bahwa sebab datangnya rezeki hanya dari usaha lahiriah saja. Padahal tidak demikian, karena banyak faktor non lahiriah yang juga merupakan sebab bertambahnya rezeki seperti bersedekah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan kepada para pebisnis:

يا معشر التجار إن الشيطان والإثم يحضران البيع فشوبوا بيعكم بالصدقة

“Wahai para pebisnis, sesungguhnya setan dan dosa mendatangi bisnis maka iringi bisnis kalian dengan sedekah.”[HR Tutmudzi]

Bagaimanapun usaha keras seorang pebisnis muslim untuk menghindari dosa dan maksiat dalam bisnisnya, dia tidak akan mungkin bisa selamat darinya 100%. Oleh karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk seorang pebisnis itu rajin sedekah agar dapat memadamkan panasnya dosa sebagaimana sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam:

والصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار

“Sedekah dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api.”[HR Turmudzi]

Terlebih lagi Allah berjanji akan menambahkan rezeki bagi orang yang bersedekah. Allah berfirman:

يَمۡحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰاْ وَيُرۡبِى ٱلصَّدَقَـٰتِ‌ۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

“Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah dan Allah tidak menyukai Setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.”
(QS.Al-Baqarah : 276)

Ini adalah sebagian etika seorang pebisnis muslim yang selayaknya untuk dijalankan dalam mengarungi samudera bisnis agar selalu mendapat keberkahan dan ridho Allah ta’ala.

Referensi :
1- Akhlaqiyaatu At Taajir Al-Muslim oleh Ibtihaj Hijazi Badawi Salim Ghabur
2- Arba’u Rakaaiz lii At- Taajir Al-Muslim oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad
3- Fathul Baari Syarhu Shahih Al-Bukhari oleh Ibnu Hajar Al-Asqolaani

Semoga Bermanfaat

Posted by Dedi Fadilah ibnu Zubair

WAG Sahabat Bilal bin Rabah (Akhwat) WAG Sahabat Masjid at-Tauhid (Ikhwan) Daftar : 0878 7400 3722 Join telegram channel @sahabatibnuzubair

Website: http://www.attauhid.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *